Pages

Senin, 02 Januari 2012

part2

Membangun Server Squid dan Squidguard (2)

Part II

III. Mengkonfigurasi Server

1.SquidProxy
Untuk mengkonfigurasi squid, bisa dilihat di tuts sebelumnya yg gue buat

2.SquidGuard
a. Basic Configuration

Fungsi sqidguard ini adalah plugin squid untuk memblokir website website tertentu, seperti:

advertorial
pornsite
hackersite
dll

Setelah instalasi di atas sukses, kita buat dulu database alamat website yg akan diblok, database squidguard ada di /var/lib/squidguard/db
misal kita akan memblok website situs situs yg ada kaitannya dengan senjata


kita buat dulu folder weapons dan databasenya, database disini bisa berarti expressionlist, urllist atau domains, kita buat saja contoh untuk domains
Code:
#mkdir /var/lib/squidguard/db/weapons
#cd /var/lib/squidguard/db/weapons
#nano domains
isikan file tersebut, misal contoh alamatnya:
Code:
israeli-weapons.com
robarm.com
simpan dengan perntah Ctrl-O, enter, Ctrl-x

kemudian buat directory diatas dengan mode 777 memakai perintah chmod, agar squidguard bisa membaca file database tsb.
Code:
#chmod -R 777 /var/lib/squidguard/db
simpan konfigurasi squidguard.conf ke file lain dengan cara:
Code:
#rm /etc/squid/squidGuard.conf .confasli
kemudian buat squidguard.conf baru

Membangun Server Squid dan Squidguard (1)


Membangun Server Squid dan Squidguard

I. PERSIAPAN
1. PC dengan spec minimal P4 2 GHz - 512 MB
2. Harddisk dengan rpm min 7200
3. Distro Ubuntu 7.04 Server (paket server ringan dengan dukungan driver hardware lumayan bagus berbasis debian)
4. Mikrotik OS

II. INSTALASI
1. Siapkan instalasi Ubuntu Server dengan partisi sebagai berikut:
/boot 100 Mega
/swap 2 Giga
/ sisanya

atau bisa dikostumisasi terserah kalian, set lancard (ip,dns,gateway,subnet)

setelah instalasi selesai, login dengan username yg sudah dibuat pertama kali install ubuntu.

untuk memudahkan instalasi, bisa mengaktifkan user root dengan cara:
(secara default ubuntu mendisable account root)
Code:
#sudo passwd root
password: --> diisi dengan password login user
#su
#passwd
password: --> diisi password root kalian, ingat jangan sampai lupa passwordnya
lalu logoff dari terminal, kemudian login lagi sebagai root

Antar muka dari Ubuntu Server 10.10 adalahtext mode, tidak ada jendela, tidak ada klik,drag and drop, dan sebagainya yang biasa dilakukan pada mode GUI (Graphic User Interface), semua operasi pada Ubuntu Server dilakukan dengan mengetikkan secara manual perintah melalui papan ketik (keyboard). Sebenarnya Ubuntu Server 10.10 juga bisa dibuat dengan mode GUI, namun itu akan sangat memberatkan bagi server, karena harus melakukan instalasi mode GUIyang memakan banyak sumber daya, terutama Memory dan Hard Disk, selain itu juga, pada dasarnya tingkat keamanan dengan menggunakan mode CLI akan lebih baik ketimbang menggunakan mode GUI.
Artikel ini adalah lanjutan dari artikel saya yang berjudul Instalasi Ubuntu Server 10.10. Agar Ubuntu Server 10.10 bisa melakukan koneksi ke jaringan, baik itu jaringan lokal maupun internet, maka langkah awal yang dilakukan adalah melakukan konfigrasi alamat IP. Untuk mengkonfigurasi alamat IP langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
  • Masuklah menggunakan username dan password yang telah diatur pada langkah sebelumnya. Pada artikel ini userame yang saya gunakan adalah fajrinrahmadi dan password saya juga rahmadi. Untuk password tidak akan terlihat pada saat diketikkan karena alasan keamanan. Tekan tombol Enter jika sudah yakin memasukkan username dan password dengan benar.
  • Setelah berhasil masuk akan diperlihatkan kapan pengguna adamkurniawan terakhir login. Pada baris paling bawah terlihat tulisan fajrinrahmadi@server01:~$, ini berarti pengguna dengan id adamkurniawan masih berstatus sebagai pengguna biasa dan belum bisa melakukan pengaturan. Agar bisa melakukan pengaturan, pengguna harus masuk sebagai mode root atau mode tertinggi dalam sistem (administrator) dengan mengetikkan perintah sudo su, maka akan akan muncul tulisan [sudo] password for rahmadi: itu berarti sistem meminta password agar pengguna dengan id adamkurniawan bisa masuk sebagai mode root. Password yang digunakan untuk mode root ini adalah password yang sama yang digunakan untuk login pada awal tadi. Masukkan password-nya dan tekan Enter. Jika password yang dimasukkan benar, maka akan muncul tulisan root@server01:/home/fajrinrahmadi#, ini berarti pengguna dengan id adamkurniawan sudah masuk sebagai mode root dan sudah bisa melakukan konfigurasi.
  • Sebelum melakukan konfigurasi  pada  alamat IP, cek terlebih dahulu apa nama kartu jaringan (ethernet) yang tersedia yang bisa digunakan dengan mengetikkan: # ifconfig –a | more. Penamaan kartu jaringan pada sistem Linux diawali dengan eth lalu diikuti dengan nomor kartu jaringannya yang dimulai dengan 0, misal eth0, eth1, eth2, dan seterusnya. Karena pada artikel ini saya menggunakan dua buah kartu jaringan maka setelah diketikkan # ifonfig –a | more, didapati bahwa nama kartu jaringan yang saya miliki pada sistem linux dikenal dengan nama eth0 dan eth1.