punya pilihan nya .
1. serius belajar
2. stengah setengah / mood2 an
cerita sedikit tentang kuliah saya di salah satu politeknik negeri diindonesia.
dari sejak SMA saya merupakan orang yang yg terlalu sombong . menggampangkan suatu urusan. tidak terlalu peduli dengan disekitar , dan menganggap dirinya mampu untuk melakukan apapun dengan kemampuan yang ga seberapa.
mempunyai mimpi atau mempunyai cita cita itu bagus. tapi bakalan sia sia klo ga berusaha. jangan kan berusaha , berdoa aja enggak . dengan demikian saya berharap akan masuk ke perguruan tinggi negeri terkenal di indonesia tercinta . dengan bermodalkan optimisme saya yakin bahwa saya akan masuk TES SNMPTN. ternyata ??? enggak . membuat mental seorang remaja ababil down . tadi nya optimis . jadi pesimis. dan seperti ga punya harapab hidup.
terlalu naif untu melanjutkan diperguruan tinggi swasta . dan enggak tau gmana akhirnya saya berkuliah juga di salah satu perguruan tinggu di lampung . yaitu polinela . "remaja akan berfikir 'pasti kuliah itu enak , bisa santai santai . ternyata malahan lebih susah !
polteknik negeri lampung namanya .
setiap pagi mahasiswa dituntut untuk hadir jam 07.00 mengikuti perkuliahan . sebenernya menyesal karena aturan yang ketat . mungkin kampus saya berfikir , orang akan bekerja keras apabila dengan suatu tekanan yang dapat termotivas diri sendiri.
- setiap hari dateng pasti terlambat .
- dibenci dosen
- tapi mempunyai banyak temen .
karena ane ngan tuk sampe sni ajalah ceritanya .
jadi , setiap manusia nantinya akan memilih untuk jalan hidup nya masing . semuanya tergantung dari diri sendiri. karena itu yang mengubah mu ,
Kata - Kata Motivasi Dosis Tinggi
BalasHapusPemenang selalu menjadi bagian dari jawaban
Pecundang selalu menjadi bagian dari masalah
Pemenang selalu punya program
Pecundang selalu punya kambing hitam
Pemenang selalu berkata,”Biarkan saya yang mengerjakannya untuk Anda”
Pecundang selalu berkata,” Itu bukan pekerjaan saya.”
Pemenang selalu melihat jawaban dalam setiap masalah
Pecundang selalu melihat masalah dalam setiap jawaban
Pemenang selalu berkata,”Itu memang sulit, tapi kemungkinan bisa.”
Pecundang selalu berkata,” Itu mungkin bisa, tapi sulit.”
Saat pemenang melakukan kesalahan, dia berkata,”saya salah.”
Saat pecundang melakukan kesalahan dia berkata,” itu bukan salah saya”
Pemenang membuat komitmen-komitmen
Pecundang membuat janji-janji
Pemenang punya impian-impian
Pecundang punya tipu muslihat
Pemenang berkata,” saya harus melakukan sesuatu.”
Pecundang berkata,”Harus ada yang dilakukan.”
Pemenang adalah bagian dari tim
Pecundang melepaskan diri dari tim
Pemenang melihat keuntungan
Pecundang melihat kesusahan
Pemenang percaya pada menang-menang (win-win)
Pecundang percaya, mereka harus menang orang lain harus kalah.
Pemenang melihat potensi
Pecundang melihat yang sudah lewat
Pemenang seperti thermostat- alat pengatur/pengimbang panas
Pecundang seperti thermometer
Pemenang memilih apa yang mereka katakan
Pecundang mengatakan apa yang mereka pilih
Pemenang menggunakan argumentasi keras dengan kata-kata lembut
Pecundang menggunakan argumentasi lunak tapi dengan kata-kata yang keras
Pemenang berpegang teguh pada nilai-nilai, tapi bersedia berkompromi pada hal-hal remeh
Pecundang berkeras pada hal-hal remeh tapi mengkompromikan nilai-nilai
Pemenang menganut filosofi empati, “Jangan berbuat kepada orang lain apa yang Anda tidak ingin orang lain perbuat kepada Anda”
Pecundang menganut filosofi,” Lakukan kepada orang lain sebelum mereka melakukannya kepada Anda”
Pemenang membuat sesuatu terjadi
Pecundang membiarkan sesuatu terjadi