Pages

Kamis, 27 Oktober 2011

pilihan mahasiswa

Melanjutkan sekolah , dari SMA ke perguruan tinggi. berharap jadi orang bener . tapi tidak bisa merubah pola pikir dari remaja kedewasa. gmna mau jadi orang bener?? yang ada malahan jadi orang yg bener bener GAGAL. bisakah saya merubahnya ?
punya pilihan nya .
 1. serius belajar
 2. stengah setengah  / mood2 an 
 3. madesu sekalian . (masa depan suram)



cerita sedikit tentang kuliah saya di salah satu politeknik negeri diindonesia. 
dari sejak SMA saya merupakan orang yang yg terlalu sombong . menggampangkan suatu urusan. tidak terlalu peduli dengan disekitar , dan menganggap dirinya mampu untuk melakukan apapun dengan kemampuan yang ga seberapa. 
mempunyai mimpi atau mempunyai cita cita itu bagus. tapi bakalan sia sia klo ga berusaha. jangan kan berusaha , berdoa aja enggak . dengan demikian saya berharap akan masuk ke perguruan tinggi negeri terkenal di indonesia tercinta . dengan bermodalkan optimisme saya yakin bahwa saya akan masuk TES SNMPTN. ternyata ??? enggak . membuat mental seorang remaja ababil down . tadi nya optimis . jadi pesimis. dan seperti ga punya harapab hidup. 
terlalu naif untu melanjutkan diperguruan tinggi swasta . dan enggak tau gmana akhirnya saya berkuliah juga di salah satu perguruan tinggu di lampung . yaitu polinela .  "remaja akan berfikir 'pasti kuliah itu enak , bisa santai santai . ternyata malahan lebih susah !
polteknik negeri lampung namanya . 
setiap pagi mahasiswa dituntut untuk hadir jam 07.00 mengikuti perkuliahan . sebenernya menyesal karena aturan yang ketat . mungkin kampus saya berfikir , orang akan bekerja keras apabila dengan suatu tekanan yang dapat termotivas diri sendiri. 


- setiap hari dateng pasti terlambat .
- dibenci dosen 
- tapi mempunyai banyak temen . 

karena ane ngan tuk sampe sni ajalah  ceritanya .
jadi , setiap manusia nantinya akan memilih untuk jalan hidup nya masing . semuanya tergantung dari diri sendiri. karena itu yang mengubah mu , 

1 komentar:

  1. Kata - Kata Motivasi Dosis Tinggi

    Pemenang selalu menjadi bagian dari jawaban
    Pecundang selalu menjadi bagian dari masalah

    Pemenang selalu punya program
    Pecundang selalu punya kambing hitam

    Pemenang selalu berkata,”Biarkan saya yang mengerjakannya untuk Anda”
    Pecundang selalu berkata,” Itu bukan pekerjaan saya.”

    Pemenang selalu melihat jawaban dalam setiap masalah
    Pecundang selalu melihat masalah dalam setiap jawaban

    Pemenang selalu berkata,”Itu memang sulit, tapi kemungkinan bisa.”
    Pecundang selalu berkata,” Itu mungkin bisa, tapi sulit.”

    Saat pemenang melakukan kesalahan, dia berkata,”saya salah.”
    Saat pecundang melakukan kesalahan dia berkata,” itu bukan salah saya”

    Pemenang membuat komitmen-komitmen
    Pecundang membuat janji-janji

    Pemenang punya impian-impian
    Pecundang punya tipu muslihat

    Pemenang berkata,” saya harus melakukan sesuatu.”
    Pecundang berkata,”Harus ada yang dilakukan.”

    Pemenang adalah bagian dari tim
    Pecundang melepaskan diri dari tim

    Pemenang melihat keuntungan
    Pecundang melihat kesusahan

    Pemenang percaya pada menang-menang (win-win)
    Pecundang percaya, mereka harus menang orang lain harus kalah.

    Pemenang melihat potensi
    Pecundang melihat yang sudah lewat

    Pemenang seperti thermostat- alat pengatur/pengimbang panas
    Pecundang seperti thermometer

    Pemenang memilih apa yang mereka katakan
    Pecundang mengatakan apa yang mereka pilih

    Pemenang menggunakan argumentasi keras dengan kata-kata lembut
    Pecundang menggunakan argumentasi lunak tapi dengan kata-kata yang keras

    Pemenang berpegang teguh pada nilai-nilai, tapi bersedia berkompromi pada hal-hal remeh
    Pecundang berkeras pada hal-hal remeh tapi mengkompromikan nilai-nilai

    Pemenang menganut filosofi empati, “Jangan berbuat kepada orang lain apa yang Anda tidak ingin orang lain perbuat kepada Anda”
    Pecundang menganut filosofi,” Lakukan kepada orang lain sebelum mereka melakukannya kepada Anda”

    Pemenang membuat sesuatu terjadi
    Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

    BalasHapus